Minggu, 17 Januari 2010

..akkarena-kali terakhir..


Sore itu untuk kedua kalinya kaki ini melangkah ke tempat itu dengan satu tujuan yang sama.. ya.. melihat langit senja sore hari.. menikmati saat matahari terbenam.. mengagumi lukisan alam..

Dan untuk kedua kalinya juga aku bersama mu ke tempat itu.. tak banyak yang terucap hanya jari yang saling terpaut..kaki-kaki yang melangkah meninggalkan jejak di atas pasir yang terasa menggelitik..desah nafas dan detak jantung seolah menyatu dengan debur ombak..

Saat itu angin bertiup kencang..menerpa wajahku..rasa asin laut seolah melekat di sekujur kulit tubuhku..masih jelas terekam saat aku melihat perahu kecil yang terombang-ambing di tengah laut..entah apa yang ada di benak nelayan itu..mengapa dia terus berlayar padahal angin cukup kencang,dan ombak sangat tidak bersahabat..

Tapi mungkin itulah hidup..adakalanya saat kita sulit dan berada dalam situasi yang tidak menyenangkan..padahal mungkin saja diri kita sendiri yang menyebabkan kita terjebak dalam kerasnya kehidupan dunia..namun semua itu harus dihadapi..

Seperti juga kita berdua saat itu..entah apa yang ada dalam pikiranku hingga menerimamu dalam kehidupanku..aku tidak tahu pasti kemana arah perjalanan kita..tapi satu yang ku tahu pasti.. hari itu..detik itu..di pantai itu..kali terakhir kita akan bersama..setelah itu jalan kita akan berbeda..

Dan apa kamu mendengar saat aku berkata lirih “..ku titipkan akkarena ini kepadamu..”

Akkarena..pada suatu hari di bulan September

Tidak ada komentar:

Posting Komentar