Kamis, 28 Januari 2010

..3 serangkai..


Entah mengapa dari dulu saya selalu menganggap rokok,kopi,dan gitar adalah teman yang paling pas di kala sedang sendiri dan hanya berteman dengan kesepian..

Sambil menghirup asap nikotin yang perlahan mulai merasuki rongga dada.. Lalu meneguk kopi panas yang membakar kebekuan hati.. Dan perlahan memetik senar gitar yang kemudian menjelma menjadi lagu sederhana seraya mulut bersenandung kecil..

Ahhh… Sungguh kolaborasi yang sempurna (bagi saya tentunya.. karena itu yang terpikirkan)..

Tapi sayang sekali.. Saya tidak bisa memetik gitar.. Tidak bisa meneguk kopi karena lambung ini bermasalah..dan tidak pula merokok…

Gitar..rokok..dan kopi.. tiga keselarasan dalam kesepian yang hanya ada dalam pikiran saya..

Senin, 18 Januari 2010

..tik..tik..tik..


Hujan..hmm..entah mengapa saya selalu suka hujan..

Waktu saya kecil kegiatan favorit saya di kala hujan adalah bermain sepak bola di tanah lapang.. wuih rasanya nikmat sekali.. badan basah kuyup bercampur dengan tanah seolah menyatu dengan alam.. hehe tentu saja tidak lupa jeweran tangan ibu di telinga saya saat sampai di rumah.. ah bagi saya itu sebanding dengan kenikmatan bermain hujan..

Saat sendiri memandang titik-titik air hujan yang berjatuhan.. rasanya damai.. memberi kesejukan tersendiri di hati saya.. saya suka sekali wangi tanah yang basah oleh air hujan.. saya suka sekali melihat daun-daun yang basah oleh air hujan..

Saya suka hujan.. maka biarlah hari ini hujan sepanjang hari.. menghibur saya yang terasing di keramaian ini.. karena setidaknya ada hujan yang menemani saya..

Minggu, 17 Januari 2010

..akkarena-kali terakhir..


Sore itu untuk kedua kalinya kaki ini melangkah ke tempat itu dengan satu tujuan yang sama.. ya.. melihat langit senja sore hari.. menikmati saat matahari terbenam.. mengagumi lukisan alam..

Dan untuk kedua kalinya juga aku bersama mu ke tempat itu.. tak banyak yang terucap hanya jari yang saling terpaut..kaki-kaki yang melangkah meninggalkan jejak di atas pasir yang terasa menggelitik..desah nafas dan detak jantung seolah menyatu dengan debur ombak..

Saat itu angin bertiup kencang..menerpa wajahku..rasa asin laut seolah melekat di sekujur kulit tubuhku..masih jelas terekam saat aku melihat perahu kecil yang terombang-ambing di tengah laut..entah apa yang ada di benak nelayan itu..mengapa dia terus berlayar padahal angin cukup kencang,dan ombak sangat tidak bersahabat..

Tapi mungkin itulah hidup..adakalanya saat kita sulit dan berada dalam situasi yang tidak menyenangkan..padahal mungkin saja diri kita sendiri yang menyebabkan kita terjebak dalam kerasnya kehidupan dunia..namun semua itu harus dihadapi..

Seperti juga kita berdua saat itu..entah apa yang ada dalam pikiranku hingga menerimamu dalam kehidupanku..aku tidak tahu pasti kemana arah perjalanan kita..tapi satu yang ku tahu pasti.. hari itu..detik itu..di pantai itu..kali terakhir kita akan bersama..setelah itu jalan kita akan berbeda..

Dan apa kamu mendengar saat aku berkata lirih “..ku titipkan akkarena ini kepadamu..”

Akkarena..pada suatu hari di bulan September

bantimurung [sebuah ketidaksengajaan]


Hari itu sabtu pertama di bulan agustus..

Seminggu sebelumnya dia berjanji untuk mengajak saya entah kemana..karena dia pun tidak punya ide..hanya ingin berjalan bersama..memaknai kebersamaan kami..mungkin..

Tanpa arah dan tujuan, setelah perut terisi dengan semangkuk bubur ayam,kami melangkah menuju ke sebuah tempat yang merupakan salah satu tempat rekreasi di Makkasar. Berbekal petunjuk arah dari seorang bapak yang kami jumpai di pinggir jalan, kami memulai perjalanan..

Kami sempat berganti angkutan umum 4 kali, turun di terminal 1 kali, dan menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam untuk sampai ke Bantimurung..

Apa itu Bantimurung? Saat itu saya pun tidak tahu persis tempat apa itu, sekilas informasi yang saya ketahui di situ terdapat air terjun dan banyak kupu-kupu yang berterbangan di sekitarnya..

Benarkah itu yang saya temui? Ternyata sudah sedikit sekali kupu-kupu hidup yang tersisa, yang saya lihat hanyalah kupu-kupu yang diawetkan dan disimpan dalam keadaan kurang terawat. Sayang sekali..namun saya masih bisa menghirup udara segar dan mendengar kicauan burung..setidaknya bisa menghibur hati saya..memberi kedamaian tersendiri..

Air terjun yang ada di sana pun tak luput digunakan untuk bermain air dengan menggunakan ban renang besar..ahhh rupanya mereka pun tak mau kalah dengan water boom atau permainan air sejenis itu..hiburan murah meriah..hiburan dari alam..senang rasanya melihat keceriaan anak-anak yang bermain..para remaja yang saling bercanda..dan senyum para orangtua yang mengajak keluarganya bermain di sana..

Kemudian kami memutuskan untuk menelusuri goa..dengan menyewa 1 buah senter seharga 10 ribu rupiah..namun rupanya tidak ada yang istimewa di dalamnya..hanya goa sebagaimana mestinya..

Tapi hari itu..satu hari yang mungkin tidak akan terlupakan..bagaimana pun juga ada keindahan tersendiri yang tersimpan di hati dan pikiranku..

Terima kasih sudah mengajak ku ke sana pada hari itu..bukan hanya karena itu kali pertama aku ke sana..tapi lebih kepada makna perjalanan yang kita lakukan bersama..